titan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang ingin sharing ilmu lewat website.

Pengertian Sistem Ekonomi

4 min read

Setiap negara di dunia pasti memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengatur ekonomi di dalam negaranya.

Semuanya tergantung pada ideologi yang dianut, serta situasi dan kondisi yang sedang terjadi pada negara tersebut.

Dalam dunia ekonomi masalah ini biasanya di bahas dalam sistem ekonomi, lalu apa itu sistem ekonomi?

 

Pengertian Sistem Ekonomi

Sistem Ekonomi adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara dalam mengatur sumber daya yang dimiliki kepada pihak individu (swasta)  ataupun pemerintah.

Selain itu para ahli juga berpendapat mengenai pengertian sistem ekonomi, antara lain:

  • Dumairy (1966)

Sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur dan hubungan ekonomi antara manusia dan pembentukan kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan, maka dikatakan juga bahwa sistem ekonomi tidak harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan pandangan mereka, pola dan filsafat hidup dimana dia beristirahat.

  • Mc. Eachren

Sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa yang dihasilkan.

  • Chester A Bemand

Sistem ekonomi merupakan suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang dialamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bagian itu memiliki ciri dan batas sendiri.

 

Fungsi Sistem Ekonomi

Secara umum sistem ekonomi ini memiliki fungsi yang sangat vital, seperti:

  • Menciptakan sebuah mekanisme tertentu yang menjadikan pendistribusian barang dapat berjalan dengan lancar.
  • Menjadi pengatur dalam membagikan hasil produksi kepada semua anggota masyarakat agar dapat terlaksana seperti apa yang diharapkan.
  • Sebagai penyedia dorongan untuk berproduksi.
  • Mengoordinasikan individu dalam suatu perekonomian.

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi

sistem ekonomi

 

Pada dasarnya setiap negara memiliki sistem ekonomi yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh faktor ideologi yang dianut oleh negara tersebut.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis sistem ekonomi:

1. Sistem Ekonomi Kapitalis (Liberal)

Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan kepada semua individu atau masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi tanpa ada campur tangan pemerintah.

Dengan kata lain dalam sistem ekonomi ini pemerintah benar-benar lepas tangan dalam masalah ekonomi atau dalam bahasa ekonomi disebut dengan Laissez-faire.

 

a. Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis (Liberal)

  • Kepemilikan akan barang dan modal (barang kapital) sangat bebas.
  • Dalam kegiatan ekonomi didasari akan keuntungan pribadi.
  • Swasta/masyarakat memiliki kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi.

b. Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis ( Liberal)

  • Tingkat kreativitas menjadi meningkat.
  • Terjadi persaingan usaha, sehingga meningkatkan kemajuan usaha.
  • Produksi berdasar pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.
  • Meningkatkan semangat masyarakat dalam berusaha, karena adanya pengakuan hak milik oleh pemerintah.

c. Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis (Liberal)

  • Terjadi persaingan tidak sehat, yaitu pihak yang memiliki modal kuat dapat menindas pemilik modal yang lemah.
  • Bisa menyebabkan monopoli pasar yang merugikan masyarakat.
  • Timbulnya praktik yang tidak jujur demi memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Contoh negara yang menerapkan sistem ekonomi kapitalis:

  • Inggris.
  • Amerika Serikat.
  • Perancis.
  • Belgia.
  • Irlandia.
  • Swiss.
  • Kanada.
  • Indonesia (1950)

2. Sistem Ekonomi Sosialis (Terpusat)

sistem ekonomi sosialis

Sistem ekonomi ini berbanding terbalik dengan ekonomi kapitalis. Dalam sistem ekonomi sosialis ini, pemerintah memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pengaturan kegiatan perekonomian.

Atau dengan kata lain sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi dimana pemerintah memiliki kekuasan yang dominan dalam mengatur kegiatan ekonomi.

 

a. Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Sosialis

  • Seluruh kegiatan ekonomi diatur dan ditetapkan oleh pemerintah.
  • Tingkat kreatifitas tidak bisa berkembang karena keterbatasan berekspresi.
  • Alat-alat produksi dikuasai oleh negara.
  • Tidak ada kebebasan dalam berusaha, karena hak miliki swasta tidak diakui oleh negara.

b. Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis

  • Pengendalian dan pengawasan dapat dilakukan dengan mudah, karena hanya diawasi oleh pemerintah.
  • Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kegiatan ekonomi.
  • Terjadi pemerataan kemakmuran.
  • Perencanaan pembangunan dapat lebih cepat direalisasikan.

c. Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis

  • Timbulnya pasar gelap yang diakibatkan pembatasan kegiatan ekonomi oleh pemerintah.
  • Tingkat kreatifitas masyarakat dalam berusaha menjadi menurun dan tidak berkembang.
  • Pemerintah bersifat paternalistis yang artinya semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu benar dan wajib di patuhi.

Contoh negara yang menerapkan sistem ekonomi sosialis:

  • RRC.
  • Rusia.
  • Negara-Negara Eropa Timur (Bekas Jajahan Uni Soviet).

3. Sistem Ekonomi Campuran

sistem ekonomi campuran

Sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem ekonomi yang muncul akibat ketidak puasan masyarakat terhadap sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonmi sosialis.

Dimana sistem ekonomi campuran ini menggabungkan hal-hal positif dari sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis.

Dengan kata lain dalam sistem ekonomi campuran keterlibatan antara pemerintah dan swasta sama sama berimbang. Sehingga masyarakat memiliki kebebasan dalam berusaha dan diawasi oleh pemerintah untuk menghindari terjadinya kekuasaan secara sepihak.

 

a. Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran

  • Sumber daya yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Pemerintah memiliki campur tangan dalam mekanisme pasar dalam bentuk kebijakan.
  • Hak miliki perorangan diakui, asal tidak menimbulkan kerugian bagi pihak lain.

b. Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

  • Pengakuan akan hak milik individu atau swasta secara penuh.
  • Pengendalian harga dapat dilakukan lebih mudah.
  • Sektor ekonomi yang bersifat vital dikuasai oleh negara.

c. Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

  • Pemerintah memiliki tanggung jawab yang lebih besar.
  • Dapat menimbulkan KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).

 

4. Sistem Ekonomi Pancasila

sistem ekonomi pancasila

Sistem ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang didasari dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Dimana dalam nilai tersebut terkandung makna demokrasi ekonomi, yaitu kegiatan ekonomi yang didasarkan pada usaha bersama dengan asas kekeluargaan dan gotong royong dari, oleh dan untuk masyarakat dalam bimbingan dan pengawasan pemerintah.

 

a. Ciri-Ciri Sitem ekonomi Pancasila

Ciri-ciri pokok sistem ekonomi pancasila terdapat pada UUD 1945 Pasal 33, dan GBHN BAB III B No. 14.

Pasal 33 Tahun 1945 Sebelum Amandemen

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-sebesar kemakmuran rakyat.

 

Pasal 33 Tahun 2002 Setelah Amandemen

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-sebesar kemakmuran rakyat.
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan linkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
  5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

Negara yang menganut sistem ekonomi ini adalah Indonesia.

 

5. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem dalam sebuah organisasi kehidupan ekonomi yang sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan secara turun-menurun.

a. Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

  • Menggunakan teknologi produksi yang masih sangat sederhana.
  • Bergantung pada sektor pertanian atau agraris.
  • Pembagian kerja yang belum jelas.
  • Bersifat kurang dinamis, karena masih mempunyai ikatan tradisi yang masih sangat kuat.

b. Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

  • Pertukaran secara barter yang dilandasi rasa kejujuran dari pada mencari keuntungan.
  • Menimbulkan rasa kekeluargaan dan rasa gotong royong dari masing-masing individu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

c. Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

  • Pola pikir masyarakat lebih statis dan tidak berkembang.
  • Keterbatasan hasil produksi, karena hanya memanfaatkan sektor agraris saja.

Faktor Penyebab Macam-Macam Sistem Ekonomi

Keberagaman dalam sistem ekonomi ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

  1. Ada tidaknya campur tangan pemerintah dalam suatu kegiatan ekonomi.
  2. Sistem pemerintahan yang dijalankan oleh Negara tersebut.
  3. Kepemilikan Negara terhadap faktor produksi.
  4. Adanya sumber daya yang dimiliki oleh negara itu sendiri.
titan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang ingin sharing ilmu lewat website.

Jenis-Jenis Inflasi

titan
1 min read

Dampak Inflasi

titan
2 min read

Konsep Pendapatan Nasional

titan
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *