titan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang ingin sharing ilmu lewat website.

Pengertian Metode Resitasi

5 min read

Metode resitasi, apa sih yang muncul dalam pikiran kalian ketika mendengar kata metode resitasi, mungkin beberapa dari kalian ada yang kurang memahami mengenai metode resitasi, nahh untuk mengetahui apa itu metode resitasii, mari kita simak ulasan ini…

 

Pengertian Metode Resitasi

Gambar Metode Resitasi

Metode resitasi adalah metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar dan tugas yang diberikan kepada siswa dapat dilakukan di dalam kelas, di halaman sekolah, di laboratorium, di perpustakaan, atau di mana saja asal tugas itu dapat dikerjakan.

Tugas atau resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi jauh lebih luas dari itu, karena tugas dapat dilaksanakan di rumah, sekolah, perpustakaan, dan di tempat lainnya.

Tugas atau resitasi dapat merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individual maupun secara kelompok.

Teknik pemberian tugas atau resitasi, biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas, sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu dapat lebih terintegrasi.

Menurut Zakiah Daradjat, bahwa metode pemberian tugas adalah suatu cara dalam proses belajar mengajar bilamana guru memberi tugas tertentu dan murid mengerjakannya, kemudian tugas tersebut dipertanggungjawabkan kepada guru.

Dari pengertian tentang metode resitasi di atas, maka penulis dapat uraikan bahwa metode resitasi merupakan suatu cara dari guru dalam proses belajar mengajar untuk mengaktifkan siswa dalam belajar, baik di sekolah maupun di rumah untuk dipertanggungjawabkan oleh siswa kepada guru.                        

 

Langkah-Langkah Metode Resitasi

Gambar langkah-langkah metode resitasi

Langkah-langkah yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan metode resitasi, adalah sebagai berikut:

1. Fase Pemberian Tugas

Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan:

a)     Tujuan yang akan dicapai.

b)     Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan tersebut.

c)     Ada petunjuk atau sumber yang membantu pekerjaan siswa.

d)     Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas

 

2. Langkah Pelaksanaan Tugas

a)     Diberikan bimbingan atau pengawasan oleh guru.

b)     Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja.

c)     Diusahakan dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain.

d)     Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik.

 

3.  Fase Mempertanggungjawabkan Tugas

a)     Laporan siswa baik lisan atau tertulis dari apa yang telah dikerjakannya.

b)     Ada tanya jawab atau diskusi kelas.

c)     Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupun non tes atau cara lainnya.

 

Karakteristik Metode Resitasi

Karakteristik Metode Resitasi

Metode pemberian tugas merupakan metode pembelejaran yang menekankan pada pemberian tugas oleh guru kepada anak didik untuk menyelesaikan sejumlah kecakapan, keterampilan tertentu.

Selanjutnya hasil penyelsaian tugas tersebut di pertanggung jawabkan kepada guru. Dalam pelaksanaannya anak didik tidak hanya dapat menyelesaiakn di rumah akan tetapi juga dapat menyelesaikan di perpustakaan, laboratorium, ruang-ruang praktekum dll.

Metode resitasi( pemberian tugas, di samping merangsang siswa untuk aktif belajar, baik secara individual maupun kelompok, juga menamkan tanggung jawab. Oleh sebab itu tugas dapat di berikan secara invidu maupun secara kelompok.

Dalam pembelajaran agama islam, metode resitasi bias digunakan untuk berbagai materi yang terkait erat dengan aspek knowlage, aspek afeksi dan psikomotor.

Materi-materi yang bias di ajarkan dengan metode resitasi ini misalnya materi tentang sejarah islsm, syarat dan rukun sholat.

 

Bentuk Metode Resitasi

Gambar Bentuk Metode Resitasi

Dalam proses belajar mengajar bentuk metode resitasi dapat dibagi menjadi 2 bentuk, yaitu:

  • Bentuk Kelompok

Bentuk kelompok atau bekerja dalam situasi kelompok, mengandung pengertian bahwa siswa dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan tersendiri atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil.

Apabila guru dalam menghadapi murid-murid di kelas merasa perlu membagi mereka dalam beberapa kelompok untuk memecahkan suatu masalah untuk mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan secara bersama-sama, maka cara itu termasuk bentuk dari metode resitasi.

Metode resitasi sebagai metode interaksi edukatif, bentuk kelompok ini dapat diterapkan untuk berbagai macam tujuan proses belajar, mengajar, termasuk pada mata pelajaran SKI.

Dilihat dari segi proses kerjanya, maka kerja kelompok ada dua macam, yaitu:

1)   Kelompok jangka pendek, artinya jangka waktu untuk bekerja dalam kelompok tersebut hanya pada saat itu saja, jadi sifatnya insidental.

2)   Kelompok jangka panjang, artinya proses kerja dalam kelompok itu bukan hanya pada saat itu saja, mungkin berlaku untuk satu periode tertentu sesuai dengan tugas atau masalah yang akan dipecahkan.

 

Dalam bukunya Zakiah Daradjat yaitu “Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam”, dilihat dari segi waktu dan cara pembentukan kelompok macam metode resitasi dibedakan menjadi:

1)   Bentuk kelompok jangka pendek

Kelompok ini dapat dilaksanakan dalam kelas dengan waktu yang relatif singkat kurang lebih 20 menit, dimaksudkan untuk menanamkan rasa saling membantu dan kerja sama dalam menyelesaikan tugas, di samping itu juga untuk menanamkan pentingnya musyawarah dan manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat.

2)   Bentuk kelompok jangka menengah

Kelompok ini dibentuk, karena kepentingan penyelesaian unit-unit pelajaran yang dikerjakan secara bersama-sama dalam beberapa hari. Tiap-tiap kelompok harus terlibat aktif dalam penyelesaian tugas kelompok.

3)   Bentuk kelompok jangka panjang

Bentuk kelompok jenis ketiga ini, sering disebut kelompok studi suatu kelas dibagi kemudian diberi tugas menjelang kenaikan kelas.

 

Sedangkan menurut Abdul Aziz dalam buku “Kurikulum Berbasis Kompetensi Dasar”, bahwa strategi pembelajaran untuk mengaktifkan kelompok yaitu salah satunya sebagai berikut: Tim Pendengar (Listening Team).

Strategi ini dimaksudkan untuk mengaktifkan seluruh peserta didik dengan membagi peserta didik secara berkelompok dan memberikan tugas yang berbeda kepada masing-masing kelompok tersebut.

Strategi ini dapat dibuat dengan prosedur sebagai berikut:

a)   Peserta didik dibagi ke dalam empat kelompok

Setiap kelompok mempunyai peran dan tugas sendiri-sendiri, kelompok pertama (sebagai kelompok penanya), bertugas membuat pertanyaan yang didasarkan pada materi yang telah disampaikan oleh guru.

Kelompok kedua (sebagai kelompok setuju), bertugas menyatakan point-point mana yang disepakati dan menjelaskan alasannya.

Kelompok ketiga (sebagai kelompok tidak setuju), bertugas mengomentari point mana yang tidak disetujui dan menjelaskan alasannya.

Dan kelompok yang keempat (sebagai pembuat contoh), bertugas membuat contoh atau aplikasi materi yang baru disampaikan oleh guru.

b)   Guru menyampaikan materi pelajaran setelah selesai kelompok-kelompok tersebut diberi waktu untuk melaksanakan tugas sesuai dengan yang ditetapkan.

Tugas guru hanya memberikan pengarahan agar empat kelompok tersebut mengemukakan tugasnya dengan baik. Selain itu guru juga memberikan komentar jika ada pendapat kelompok yang menyimpang terlalu jauh dari materi pelajaran.

Apabila semua materi SKI dikembangkan secara multi aspek, utuh dan komprehensif, maka hasil atau outputnya akan memiliki potensi intelektual yang seimbang dengan potensi kepribadian.

Dengan demikian, akan melahirkan konsepsi dan perilaku yang lebih mengedepankan aspek kemanusiaan dalam melihat dan mensikapi realitas problem masyarakat.                                                               

 

  • Bentuk individual

Bentuk ini, merupakan pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri (Self Concept). Dalam bukunya, Slameto menyatakan bentuk individual ini dapat mencapai hasil belajar, yaitu:

1)     Keterampilan intelektual yang merupakan hasil belajar individual ini dapat sistem skolastik.

2)     Strategi kognitif, mengatur cara belajar dan berfikir seseorang di dalam arti yang seluas-luasnya.

3)     Informasi verbal, pengetahuan dalam arti informasi dan fakta. 

4)     Keterampilan motorik yang diperoleh di sekolah antara lain keterampilan menulis, mengetik, dan sebagainya.

5)     Sikap dan nilai, berhubungan dengan arah serta intensitas emosional yang dimiliki seseorang, sebagaimana disimpulkan mundurnya bertingkah laku terhadap orang lain.

 

Kelebihan dan Kekurangan Metode Resitasi

Kelebihan dan Kekurangan Metode Resitasi

Kelebihan Metode Resiatasi

Dalam proses pendidikan, metode mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya pencapaian tujuan, karena itu menjadi sarana yang memberi makna materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum pendidikan sedemikian rupa sehingga dapat dipahami atau diserap oleh anak didik sebagai pengertian-pengertian yang fungsional terhadap tingkah lakunya.

Tanpa metode, suatu mata pelajaran tidak akan berproses secara efektif dan efisien dalam kegiatan belajar mengajar menuju tujuan-tujuan pendidikan.

Dapatkah dikatakan bahwa metode yang tepat untuk salah satu tujuan pengajaran belum tentu untuk tujuan dan bahan pengajaran (pembelajaran) yang berbeda.

Namun ada ketentuan umum dalam masing-masing metode mengajar, guru dapat memilih metode yang manakah yang paling tepat digunakan dalam proses belajar mengajar yang akan dilaksanakan berdasarkan kelebihan dan kekurangan metode yang digunakan.

Metode resitasi sebagai salah satu dari beberapa metode di dalam mengajar tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Di antara kelebihan metode resitasi adalah:

  1.       Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual maupun kelompok.
  2.       Dapat mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru.
  3.       Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa.
  4.       Dapat mengembangkan kreativitas siswa.

Menurut Slameto mengatakan, bahwa kelebihan metode resitasi ini adalah:

  1.   Dapat mendorong inisiatif siswa.
  2.   Memupuk tanggung jawab siswa.
  3.   Dapat meningkatkan kadar belajar siswa.

Menurut Moh Uzer Usman dan Lilis Setiawati, bahwa kelebihan metode resitasi adalah:

  1.   Membina rasa tanggung jawab yang dibebankan kepadanya karena pada akhirnya tugas tersebut harus dipertanggungjawabkan dengan cara laporan tertulis atau lisan, membuat ringkasan, dan menyerahkan hasil kerja.
  2.   Menentukan sendiri informasi yang diperlukan atau memantapkan informasi yang diperolehnya.
  3.   Menjalin kerja sama dan sikap menghargai hasil kerja orang lain.

 

Kekurangan Metode  Resitasi

Di samping kelebihan-kelebihan di atas, metode resitasi juga mempunyai beberapa kekurangan yang meliputi:

  1.   Sukar mengontrol apakah hasil tugas ini benar-benar hasil usaha sendiri atau bukan.
  2.   Bila pemberian tugas itu terlalu sering, apalagi kalau tugas itu sukar dapat mengganggu ketenangan siswa.
  3.   Sukar memberi tugas yang sesuai dengan perbedaan tiap individu.

 

Cara Mengatasi Metode Resitasi

Untuk mengimbangi kelemahan dan kekurangan ada beberapa saran yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode resitasi, yaitu:

a. Tugas yang diberikan harus jelas, sehingga anak mengerti benar apa yang harus dikerjakan.

b. Waktu untuk mengerjakan tugas harus cukup, sehingga dapat dicapai hasil yang baik.

c. Diadakan kontrol, pengawasan, dan monitoring atau pemantauan yang sistematis, sehingga mendorong murid untuk mengerjakan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.

 Bahan tugas yang diberikan hendaknya bersifat:

1)   Menarik perhatian murid-murid.

2)   Mendorong murid-murid untuk mencari, mendalami, dan menyampaikan.

3)   Setaraf dengan kemampuan murid, sehingga ada kesanggupan untuk menyelesaikan tugas tersebut.

4)   Di samping bersifat praktis juga alamiah.            

 

Tujuan Diberikannya Metode Resitasi

Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak, sementara waktu sedikit. Artinya, banyaknya bahan yang tersedia dengan waktu kurang seimbang.

Agar bahan pelajaran selesai sesuai batas waktu yang ditentukan, maka metode inilah yang biasanya guru gunakan untuk mengatasinya.

 

titan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang ingin sharing ilmu lewat website.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *