titan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang ingin sharing ilmu lewat website.

Pengertian Kognitif

3 min read

Anak yang berusia 3-6 tahun adalah usia dimana anak memasuki masa pra-sekolah, yang artinya pada masa ini anak sedang memasuki masa keemasannya.

Maka dari itu dalam pembelajarannya harus terdapat 6 (enam) aspek, seperti yang diungkapkan oleh Susanto (2011:47)

Pembelajaran yang dilakukan hendaknya bertujuan untuk menanamkan konsep-konsep dasar melalui pengalaman yang nyata sehingga pembelajaran lebih bermakna. Dengan begitu, dibutuhkan pengoptimalan pada diri anak berdasarkan 6 aspek perkembangan, yaitu nilai-nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni.

Nah pada kali ini kita akan memfokuskan kepada pembahasan apa itu kognitif?

 

Pengertian Kognitif

Perkembangan kognitif

Kognitif adalah suatu kemampuan intelektual siswa yang terdiri dari bebarapa tahapan yaitu, pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, sintesa, dan evaluasi. Dengan kata lain kognitif adalah kemampuan yang ada pada diri siswa dalam mengembangkan kemampuan rasional.

Untuk lebih jelasnya lagi berikut adalah pengertian kognitif menurut para ahli.

 

Pengertian Kognitif Menurut Para Ahli

1. Margaret W. Matlin

Kognisi atau aktivitas mental melibatkan kegiatan memperoleh, menyimpan, mencari, dan menggunakan ilmu pengetahuan.

 

2. Drever

Koginitif adalah istilah umum yang mencakup segenap model pemahaman, yaitu persepsi, imajinasi, penangkapan makna, penilaian, dan penalaran.

 

3. Chaplin

Kognitif adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenal, termasuk di dalamnya mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga dan menilai.

 

4. Myers

Kognitif mengacu pada semua aktivitas mental yang berkaitan dengan berpikir, memahami, dan mengingat.

 

Teori-Teori Perkembangan Kognitif

1. Menurut Jean Piaget

Gambar Jean Piaget

Menurut Piaget, dasar dari belajar adalah aktivitas anak jika ia berinteraksi dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisiknya. Pertumbuhan anak merupakan proses sosial. Dimana anak tidak berinteraksi dengan lingkungan fisiknya sebagai suatu individu terikat, tetapi sebagai bagian dari kelompok sosial. Sehingga lingkungan sosialnya berada diantara anak dengan lingkungan fisiknya.

Disini Piaget juga membuat istilah baru bernama Schema yang memiliki arti konsep yang ada dalam pemahaman individu (anak) untuk mengorganisasi dan menafsirkan.

Piaget juga menganggap bahwa ada dua proses tanggung jawab agar anak dapat mengimplementasikan Schema, yaitu asimilasi dan akomodasi.

Asimilasi terjadi ketika anak mengolah pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang sudah ada.

Sedangkan Akomodasi terjadi ketika seorang anak menyesuaikan informasi baru. Dengan kata lain asimilasi adalah penyesuaian terhadap lingkungan ke dalam schema dan akomodasi adalah penyesuaian schema ke dalam lingkungan.

Untuk menjelaskan proses asimilasi dan akomodasi paiget juga menggunakan istilah baru yaitu, cognitive equilibrium.

Cognitive equilibrium adalah suatu pernyataan keseimbangan mental, ketika anak memiliki pengetahuan baru tidak secara utuh dimasukkan ke dalam pengetahuan yang sudah ada.

Piaget juga mengemukakan tahapan dalam perkembangan intelektual sebagai berikut:

 

1. Periode Sensori-Motir (0-2,0 tahun)

Pada tahap ini anak mulai belajar. Objek tetap ada dan tetap ada meskipun sudah tidak melihatnya lagi. Mereka menggunakan bayangan untuk menghadirkan objek tersebut. Sudah mulai melakukan kegiatan yang terarah.

Dalam tahap ini mereka menggunakan metode trial and error fisik dan mental untuk mengubah objek.

 

2. Periode Pra-Operasional (2,0-7,0 tahun)

Dalam tahap ini anak sudah mulai mengklasifikasikan benda berdasarkan pada karakteristik tunggal. Bentuk dan penggunaan simbol seperti kata, gerak tubuh, dan tanda-tanda. Kegiatan peniruan dan pura-pura menyisir rambut.

 

3. Periode Operasional Konkret  (7,0-11,0 tahun)

Dalam tahap ini anak sudah dapat menggunakan sistemklasifikasi, mengenal stabilitas fisik, mengenal elemen yang dapat dirubah tanpa kehilangan karakter dasarnya, memeringkat objek yang berbeda urutan, dan mengembangkan lebih banyak pendekatan sosiometri dan lebih sedikit egosentrik saat berkomunikasi dengan orang lain.

 

4. Periode Operasional Formal (11,0- dewasa)

Anak pada tahap ini sudah berfikir formal menggunakan kemungkinan abstrak tetapi tidak dapat menjelaskan proses berfikir yang mereka gunakan.

Selain itu ana juga sudah membayangkan dunia yang ideal, tertarik pada egosentrisme remaja, menarik kesimpulan dari prinsip umum menjadi aktivitas khusus, menyelidiki pilihan logis secara sistematis dan memisahkan faktor-faktor individual dan faktor kombinasi yang dapat memberikan sumbangan pada pemecahan masalah.

 

2. Menurut Jerome Bruner

Gambar Jerome Bruner

Terdapat beberapa prinsip yang merupakan kunci utama dalam proses perkembangan kognitif yaitu:

1. Pertumbuhan intelektual secara langsung berhubungan dengan kemampuan menjawab stimulus.

2. Pertumbuhan intelektual seorang anak tergantung pada kemampuan memproses informasi internal dan menyimpan sistem untuk menghadirkan dunia. Sistem disini bisa berupa simbol (seperti bahasa), untuk meramalkan kemungkinan dan menghipotesa.

3. Perkembangan intelektual meliputi kemampuan anak dalam menggambarkan kegiatan yang sudah terjadi dan yang akan datang.

4. Anak memerlukan interaksi sistematis dengan orang dewasa untuk mencapai perkembangan kognitif.

5. Anak memerlukan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain, bertanya, menghubungkan yang baru dengan yang lama.

 

Menurut Burner terdapat tiga tahap pertumbuhan, yaitu:

1. Enactive

Ini adalah tahap awal yang pada umumnya dialami oleh anak-anak, pada tahap ini didominasi oleh kegiatan belajar sambil bekerja.

Contohnya seperti, memegang, menggosok, menyentuh dan lain sebagainya.

 

2. Iconic

Tahap dimana anak sudah menggunakan imajinasinya bukan menggunakan bahasa. Pada tahap ini anak sudah memutuskan kegiatan berdasarkan pada kesan sensor.

 

3. Simbolic

Dalam tahap ini anak memperoleh pemahaman melalui penggunaan sistem simbol. Sistem simbol yang tersedia pada anak yaitu, bahasa, logika, dan matematika.

 

3. Menurut Vygotsky

Gambar Vygotsky

Perkembangan kognitif menurut teori Vygotsky terfokus pada aspek sosial yang menyatakan bahwa kecenderungan satu kebudayaan menentukan stimulus yang terjadi.

Dalam teori ini anak-anak mengimplementasikan satu aspek tertentu untuk mempertahankan dedikasinya pada kebudayaan yang spesifik.

Baca Juga: [Materi Lengkap] Perkembangan Peserta Didik

Menurut Vygotsky terdapat empat tahap perkembangan, yaitu:

1. Berfikir Non-Verbal dan Berbicara Konseptual

Tahapan ini terjadi pada saat anak berusia 2 tahun pertama, biasanya anak ditandai dengan tidak ada hubungan antara apa yang dipikirkan dengan yang dibicarakan.

 

2. Memulai Menyatukan Antara Berfikir dan Berbicara

Pada anak berusia 2 tahun lebih sudah mulai menghubungkan apa yang di pikirkan dengan apa yang dikatakan.

Contohnya seperti memberi nama pada benda-benda dan menceritakan dengan orang lain.

 

3. Berbicara Egosentrik

Pembicaraan anak yang dimulai pada mengarahkan berpikir dan berprilaku. Pada tahap ini anak akan mengumumkan tentang apa yang akan dilakukan. Dalam tahap ini anak-anak bercerita sesuai dengan apa yang sedang mereka kerjakan.

 

4. Berbicara Egosnetrik Menjadi Rahasia

Tahap dimana anak sudah mulai menggunakan pembicaraan rahasia dan singkatan tentang apa yang dikerjakan.

 

Faktor Pengaruh Perkembangan Kognitif

faktor perubahan kognitif

1. Fisik

Interaksi fisik antara individu atau kelompok dengan dunia luar merupakan sumber pengetahuan baru bagi seorang anak.

 

2. Kematangan

Kematangan dari sistem saraf memungkinkan anak memperoleh manfaat yang maksimal dari pengalaman fisik.

 

3. Pengaruh Sosial

Lingkungan sosial memiliki pengaruh pada perubahan kognitif seorang anak, karena lingkungan sosial mencakup bahasa dan pendidikan.

 

Ciri-Ciri Perilaku Kognitif

Ciri-ciri perubahan kognitif

Menurut Williams terdapat empat ciri-ciri perilaku kognitif, yaitu:

1. Berpikir lancar, yaitu menghasilkan banyak gagasan atau jawaban yang relevan dan arus pemikiran lancar.

2. Berpikir luwes, yaitu menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam, mampu mengubah cara atau pendekatan dan arah pemikiran yang berbeda-beda.

3. Berpikir orisinal, yaitu memberikan jawaban yang tidak lazim atau lain dari yang jarang diberikan kebanyakan orang.

4. Berpikir terperinci. yaitu mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan, memerinci detail-detail, dan memperluas suatu gagasan.

Pencarian terbaru:

  • pengertian kognitif
  • teori aspek kognitif menurut ahli
titan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang ingin sharing ilmu lewat website.

Manajemen Pendidikan

titan
3 min read

Pendidikan Profesi Guru

titan
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *