Pengertian Atensi

4 min read

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai pengertian atensi, apa itu atensi?

 

Pengertian Atensi

Gambar atensi

Atensi adalah cara-cara kita secara aktif memproses sejumlah informasi yang terbatas dari sejumlah besar informasi yang disediakan oleh indra, memori yang tersimpan, dan oleh proses-proses kognitif kita yang lain.

Atensi mencakup proses-proses sadar maupun bawah sadar → proses sadar relatif lebih mudah dipelajari, sementara proses bawah sadar lebih sulit karena tidak disadari oleh individu.

Atensi yang disadari mengandung 3 tujuan bagi kognisi, yaitu: 

  1. Atensi membantu pemonitoran interaksi-interaksi kita dengan lingkungan. Melalui pemonitoran kita mempertahankan kesadaran tentang seberapa baiknya kita beradaptasi dengan lingkungan kita. Contoh, saat kita berada dalam kelas, kita memiliki kemampuan untuk bertahan duduk dan berperilaku berbeda seperti saat kita sedang di tengah pesta. Hal itu terjadi karena kita memberi atensi pada situasi dan interaksi kita di tengah lingkungan. 
  2. Atensi membantu kita mengaitkan masa lalu (memori) dan masa kini (pencerapan), memberikan kita pemahaman tentang kontinuitas pengalaman. Contoh, saat menonton serial sinetron di tv, seseorang mampu mengaitkan cerita dari episode baru yang sedang ia tonton dengan episode sebelumnya karena ia memberi atensi terhadap sinetron tersebut. 
  3. Atensi membantu kita mengntrol dan merencanakan tindakan-tindakan ke depan. Kita dapat melakukannya berdasarkan informasi yang kita peroleh dari pemonitoran dan pengaitan memori masa lalu dan pencerapan masa kini. Contoh: kita mampu melakukan tugas yang diberikan oleh atasan kita. 

 

Fungsi Utama Atensi

Gambar Fungsi atensi

Berikut ini 4 fungsi utama atensi beserta contohnya yang perlu anda ketahui:

  1. Atensi Terbagi

Anda dapat mengalokasikan sumber-sumber daya atensi yang ada dengan bijak untuk mengkoordinasikan pengerjaan tugas yang lebih dari satu secara bersamaan.

Misalnya saja saat anda berkendara sambil mendengarkan musik dan memakan camilan. Atau anda sedang menonton televisi sambil menyemil.

 

  1. Kewaspadaan dan Pendeteksian Sinyal 

Adalah upaya seseorang untuk dapat mengawasi sambil berusaha untuk mendeteksi penampakan stimulus target sesuai yang diharapkan.

Proses atensi ini digunakan untuk mengatur pendeteksian sinyal yang dipengaruhi dengan tingkat pengharapan terkait kemunculan stimulus tertentu.

Contohnya saja, saat anda lebih waspada terhadap bunyi kentungan tukang nasi goreng ketika kondisi anda sudah sangat lapar ditambah lagi jika anda mengharapkan memakan nasi goreng yang lezat.

 

  1. Penelusuran 

Penelusuran mengkaitkan pencairan target yang dilakukan secara aktif dengan semua kemampuan yang anda miliki. Berbeda dengan kewaspadaan yang pasif dan hanya menunggu kemunculan stimulus.

Misalnya saja saat anda pergi ke toko buku dengan tujuan untuk mencari judul buka tertentu. Namun karena ada banyak sekali pilihan buku yang tersedia, terkadang membuat anda kesulitan mendapatkan buku yang diinginkan.

Untuk mengatasi kesulitan  tersebut, orang memiliki kemampuan dalam melakukan penelusuran ciri. Sehingga misalnya, anda memiliki teman yang memiliki saudara kembar.

Anda dapat membedakannya melalui ciri-ciri yang terlihat dan spesifik, seperti bentuk rambut, tahi lalat, dan lainnya.

Begitu pula ketika anda ingin mencari buku yang anda inginkan, anda bisa melakukan penelusuran melalui ciri-ciri buku yang anda inginkan. Mulai dari tebal halaman, ukuran buku, warna sampul, dan lainnya.

Namun bagaimana jika ciri-ciri benda yang anda cari tidak terlihat menonjol? Maka anda bisa melakukan cara melalui penelurusuran konjugasi.

Ada beberapa teori yang dapat anda gunakan saat penelusuran, antara lain adalah:

  • Teori integrasi ciri
  • Teori penelusuran terbimbing
  • Teori kemiripan
  • Teori penyaring gerakan

 

  1. Atensi Selektif

Saat anda memilih mengikuti sejumlah stimuli serta mengabaikan stimuli lainnya. Misalnya saja ketika anda sedang mengerjakan tugas, anda akan mengabaikan suara-suara yang menganggu, seperti suara TV, suara anak-anak yang bermain dan lainnya.

Ada teori-teori yang berkaitan dengan proses atensi selektif yaitu teori leher botol. Berikut ini beberapa pendapat mengenai teori leher botol antara lain adalah:

Pendapat pertama, proses pemblokiran atau lebih memfokuskan sinyal yang terjadi setelah alat indera menangkap stimulus dan sebelum terjadi proses persepsi.

Misalnya saja ketika anda mendengarkan pembicaraan yang ada di dalam ruangan, maka telinga akan menyeleksi percakapan-percakapan mana yang ingin didengarkan.

Pendapat kedua, mekanisme yang terjadi setelah dilakukan proses persepsi.

Misalnya saja saat anda mendengarkan percakapan di ruangan, meskipun telinga fokus untuk mendengarkan apa yang dibicarakan namun  anda masih bisa menyadari serta memberikan perhatian ketika nama anda disebutkan.

 

Aspek Atensi

Gambar Aspek Atensi

Atensi biasa diartikan dengan perhatian. Atensi yaitu informasi yang diproses dalam tubuh manusia melalui indera manusia secara sadar.

Atensi juga disebut sebagai pusat dari kehidupan manusia, karena atensi merupakan pemusatan pikiran terhadap sejumlah objek dalam sekelompok pikiran. Atensi mencakup lima aspek utama, yaitu :

  1.     Kapasitas pemrosesan dan atensi selektif
  2.     Tingkat rangsangan
  3.     Pengendalian atensi
  4.     Kesadaran
  5.     Neurosains kognitif

 

Pemrosesan Ambang Sadar

Gambar Proses Ambang Sadar

Beberapa informasi yang berada di luar kesadaran alam sadar masih dapat diakses alam sadar, minimal proses-proses kognitifnya.

Informasi bagi pemrosesan kognitif yang letaknya diluar kesadaran alam-sadar ini bertempat di wilayah yang disebut ambang sadar.

Informasi ambang sadar mencakup memori-memori yang tersimpan namun tidak digunakan setiap waktu kecuali dibutuhkan. 

Contoh, jika ditanya apakah anda bisa mengingat tatanan kamar tidur anda. Informasi ambang sadar juga mencakup informasi pencerapan indrawi, contoh; pencerapan yang sedang dirasakan telinga anda saat anda fokus membaca.

Pertandaan atau priming terjadi ketika pengenalan terhadap stimuli tertentu dipengaruhi oleh presentasi sebelumnya dari stimuli yang sama atau mirip (Neely). 

Fenomena di ujung lidah adalah fenomena ketika kita mengalami kesulitan menarik informasi ambang sadar menuju kesadaran alam sadar.

Persepsi ambang sadar juga bisa ditemukan pada orang yang mengalami lesi di wilayah korteks visual. Biasanya pasien mengalami kondisi seperti kebutaan di area korteks tertentu yang terluka. 

Namun begitu, mereka masih bisa menunjukkan fenomena penglihatan membuta yaitu sebuah kondisi yang penderita masih meiliki jejak kemampuan mempersepsi secara visual padahal area-area konteks visualnya mengalami kebutaan dan masih bisa merespon stimuli visual meskipun tidak memahami apa yang dipersepsinya. 

 

Proses-proses Terkontrol versus Otomatis

Gambar Proses Terkontrol

  • Proses-proses terkontrol 

Bisa diakses oleh kendali kesadaran bahkan mensyaratkan kontrol kesadaran itu sendiri. Proses-proses ini dilakukan secara berkala. Muncul secara berurutan, satu langkah pada satu waktu. 

Contoh: proses belajar menyetir mobil untuk pertama kali, seseorang akan mengerahkan kesadarannya untuk melakukan setiap langkah (memasukkan kunci, menstarter mobil, menyesuaikan posisi duduk, menekan pedal kopling, gas, rem, dsb) pada satu waktu. 

 

  • Proses-proses otomatis 

Tidak melibatkan kontrol kesadaran sedikitpun. Umumnya proses ini dilakukan tanpa campur tangan kesadaran alam sadar. Walaupun demikian anda dapat menyadari kalau anda sedang melakukan hal tesebut. 

Contohnya, seseorang yang sudah terbiasa menyetir mobil, maka ia akan menyetir secara otomatis 

Ciri-ciri proses-proses otomatis: 

Tersembunyi dari alam sadar Tidak intensional Otomatisasi, proses yang didalamnya terjadi perubahan prosedur tindakan berubah dari sangat disadari menjadi relatif otomatis Analisis yang mendalam terhadap kesalahan-kesalahan manusiawi dalam proses otomatis dan terkontrol menemukan bahwa kesalahan bisa diklasifikasikan menjadi dua: 

  1. Kekeliruan (mistakes): kesalahan memilih suatu sasaran atau cara untuk mencapainya → biasanya melibatkan kesalahan di dalam proses-proses terkontrol yang disengaja 
  2. Kealpaan (slips): kesalahan melakukan cara yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan → biasanya kesalahan dalam proses-proses otomatis. 

Umumnya kealpaan muncul saat dua kondisi ini muncul: Kita keluar dari proses-proses rutin dan otomatis untuk melakukan proses-proses intensional terkontrol yang tidak tepat.

Proses proses otomatis kita mengalami penginterupsian. Interupsi biasanya merupakan hasil dari kejadian atau data eksternal, namun terkadang juga hasil dari kejadian internal, seperti pikiran yang teralihkan. 

Berikut ini jenis-jenis kealpaan yang berkaitan dengan proses-proses otomatis: Kesalahan menangkap (captureerrors) 

  • Terlupa (omissions) 
  • Mengulang (perseverations) 
  • Kesalahan deskripsi (description errors) 
  • Kesalahan data (data driven errors) 
  • Kesalahan aktivasi asosiatif (associative-activation errors) 
  • Kesalahan karena hilangnya aktivasi (loss of activatin errors)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *