titan Cita-citanya pengin naikin haji orang tua

Manajemen Strategi

2 min read

Dalam menjalankan sebuah usaha agar tujuan yang telah di tetapkan dapat tercapai biasanya pemimpin perusahaan menyiapkan strategi yang paling efektif dan efisien.

Maka dari itu diperlukan adanya manajemen strategi yang tepat agar tujuan itu dapat direalisasikan.

Lalu apa itu manajemen strategi?

 

Pengertian Manajemen Strategi

gambar manajemen strategik

Manajemen Strategi atau manajemen strategik adalah seni atau ilmu dalam merumuskan, menerapkan dan mengevaluasi hasil demi tercapainya tujuan organisasi.

Pembuatan strategi yang terorganisir akan membuat sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik dan memiliki arah tujuan.

 

Pengertian Manajemen Strategi Menurut Para Ahli

1. Nawawi

Manajemen Strategi adalah sebuah perencanaan berskala besar yang berorientasi untuk mencapai tujuan masa depan, dan didefinisikan sebagai sebuah keputusan yang fundamental.

Perencanaan tersebut memungkinkan organisasi untuk menjalankan misi dalam upaya untuk menghasilkan sesuatu, (perencanaan operasional untuk menghasilkan barang dan atau jasa serta layanan) kualitas, dan optimasi yang diarahkan pada pencapaian tujuan strategis organisasi.

 

2. Bambang Haryadi 

Manajemen strategi adalah sebuah proses yang disusun secara sistematis oleh manajemen untuk merumuskan strategi, mengimplementasikan strategi, dan melakukan evaluasi terhadap strategi yang dijalankan.

 

3. Mulyadi

Manajemen strategi adalah sebuah proses yang dilakukan oleh manajer dan pegawai untuk merumuskan dan melaksanakan strategi dalam penyediaan customer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi.

 

4. Thomas Wheelen, dkk

Manajemen strategi adalah serangkaian dari pada keputusan manajerial dan kegiatan-kegiatan yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. Kegiatan disini terdiri dari perumusan atau perencanaan strategi, pelaksanaan dan evaluasi.

 

5. J. David Hunger

Manajemen strategik adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja sebuah perusahaan dalam jangka waktu yang lama.

 

6. Hitt, Ireland, dan Hokisson

Manajemen strategi adalah seperangkat komitmen, keputusan, dan tindakan yang dibutuhkan suatu perusahaan untuk mencapai persaingan strategik dan memperoleh keuntungan di atas rata-rata.

 

Tahap Manajemen Strategi

Strategi Manajemen Strategi

Terdapat 3 prinsip utama dalam manajemen strategi, yaitu:

1. Tahap Formulasi

Dalam tahap ini meliputi pembuatan visi dan misi, membuat analisis SWOT, menentukan dan menetapkan tujuan jangka panjang, serta membuat strategi alternatif.

Pembahasan yang ada dalam tahap formulasi ini adalah pembahasan tentang bisnis baru, bisnis yang akan dihentikan, pengalokasian sumber daya, serta apakah akan melakukan ekspansi pasar dan diservikasi pasar.

 

2. Tahap Implementasi (Tahap Tindakan)

Dalam tahap ini meliputi penentuan sasaran tahunan, pengelolaan kebijakan, memotivasi pegawai, mengalokasikan sumber daya yang digunakan.

Pada tahap ini keterampilan interpesonal memiliki peranan yang sangat penting, karena strategi harus dijalankan setepat mungkin.

 

3. Tahap Evaluasi

Prinsip yang terahir adalah tahap evaluasi yang meliputi kegiatan mencermati apakah strategi yang ditetapkan sudah berjalan dengan baik atau tidak.

Hal ini perlu di lakukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi di dalam dan di luar lingkungan perusahaan.

Selain itu pada tahap evaluasi juga terdapat tiga kegiatan utama, yaitu: a. Menganalisa faktor eksternal dan internal sebagai basis strategi yang sedang berjalan, b. Pengukuran kinerja, c. pengambilan keputusan atau tindakan perbaikan.

 

Manfaat Manajemen Strategi

Gambar manfaat manajemen strategi

Bagi perusahaan yang menerapkan manajemen strategi dengan baik akan memberikan manfaat positif seperti:

  • Mempunyai arah tujuan jangka panjang.
  • Menjadikan sebuah perusahaan lebih efektif dan efisien.
  • Membantu organisasi beradaptasi terhadap perubahan.
  • Pembuatan strategi membantu perusahaan mengurangi munculnya masalah di masa mendatang.
  • Mengurangi aktivitas yang tumpang tindih, karena sudah bekerja dengan posnya masing-masing.
  • Memotivasi para pekerja karena memiliki tujuan yang jelas.
  • Menjadikan pihak manajer lebih peka terhadap ancaman yang datang dari luar lingkungan perusahaan.
  • Menjadikan perusahaan lebih menguntungkan dibandingkan perusahaan yang tidak menerapkan manajemen strategi.
  • Dengan pembuatan strategi perusahaan menjadi lebih tau mana yang menjadi prioritas, serta mengeksplotasi peluang yang ada.

 

Tujuan Manajemen Strategi

Tujuan manajemen strategi

Menurut Suwandiyanto, terdapat empat macam tujuan manajemen strategi.

1. Memberikan Pengarahan Dalam Mencapai Tujuan Perusahaan atau Organisasi.

Arah yang jelas dalam sebuah organisasi atau perusahaan dapat menjadi alat untuk mengendalikan dan mengevaluasi keberhasilan perusahaan.

 

2. Menjaga Kepentingan Berbagai Pihak

Manajer dalam menyusun strategi dengan mempertemukan semua komponen yang terlibat dalam perusahaan, seperti konsumen, suplier, karyawan dan pihak-pihak terkait.

 

3. Mengantisipasi Setiap Perubahan Secara Merata

Melalui manajemen strategi memungkinkan para eksekutif untuk memikirkan solusi yang pas ketika menemukan kendala dalam perusahaan.

 

4. Berkaitan Dengan Efektivitas dan Efisiensi

Manajer strategi bertanggung jawab tidak hanya untuk mengkonsentrasikan kemampuan di atas kepentingan efisiensi melainkan juga memiliki perhatian yang serius terhadap sumber daya untuk bekerja keras dengan melakukan pekerjaan secara efektif.

Cara Penyusunan Strategi Bisnis yang Efektif

Cara bisnis berjalan efektif

1. Berpikir Kritis

Agar bisnis yang anda rintis dapat berjalan dengan baik, maka perlu adanya pemikiran yang kritis dalam mengedintifikasi masalah yang terjadi dalam lingkup internal ataupun eksternal.

 

2. Kreatif

Dalam menjalankan sebuah bisnis anda harus memiliki pemikiran yang kreatif, agar barang atau jasa yang anda tawarkan menjadi lebih menarik.

 

3. Berani Mengambil Resiko

Bagi seorang yang ingin terjun kedalam dunia bisnis mereka harus berani untuk mengambil keputusan yang memiliki resiko. Karena tidak semua keputusan yang diambil berbuah manis.

 

4. Menjadi Orisinil

Ketika anda memiliki produk sendiri pasti akan menjadi sebuah kebanggaan bagi diri sendiri dan memiliki pandangan di mata konsumen.

 

5. Berfikir Terbuka dan Oportunis

Seorang pengusaha hendaknya bersifat open minded yang bertujuan untuk menerima hal-hal baru dan terbuka terhadap kritik yang diberikan oleh orang lain.

titan Cita-citanya pengin naikin haji orang tua

Manajemen Operasional

titan
2 min read

Manajemen Risiko

titan
4 min read

Manajemen Sumber Daya Manusia

titan
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *