titan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang ingin sharing ilmu lewat website.

Manajemen Produksi

2 min read

Produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Agar kegiatan ini tetap berjalan sesuai dengan fungsinya maka harus dikelola dengan benar, maka perlu adanya manajemen produksi.

Apa itu manajemen produksi?

 

Pengertian Manajemen Produksi

manajemen produksi

Manajemen produksi adalah proses perencanaan yang efektif dan mengatur operasi bagian perusahaan yang bertanggung jawab atas perubahan barang modal menjadi barang yang siap dikonsumsi.

Pengertian Manajemen Produksi Menurut Para Ahli

1. Handoko

Manajemen produksi dan operasional ialah usaha-usaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumber daya (faktor produksi), tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan lain sebagainya di dalam proses transformasi bahan mentah menjadi berbagai produk atau jasa.

 

2. Heizer dan Reider

Manajemen produksi adalah rangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output.

 

3. Irham fahmi

Manajemen produksi adalah sebuah ilmu manajemen yang membahas secara menyeluruh bagaimana pihak manajemen produksi perusahaan menggunakan ilmu dan seni yang dimiliki dengan mengarahkan dan mengatur orang-orang untuk mencapai hasil produksi yang diinginkan.

 

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

fungsi manajeme produksi

Dalam pengambilan keputusan pada manajemen produksi terdapat tiga kategori dalam ruang lingkup manajemen produksi.

1. Kebijakan/Keputusan Mengenai Transformasi

Keputusan operasi ini bersifat jangka pendek, berkaitan dengan keputusan dan operasional.

Hal yang diatur dalam kebijakan ini meliputi, jadwal produksi, gilir kerja (shift), jadwal penyerahan masukan ke sub-sistem pengelolaan, anggaran produksi, dan jadwal penyerahan keluaran ke pelanggan atau penyelesaian produk.

 

2. Keputusan/Kebijakan Mengenai Desain

Ini merupakan keputusan operasi jangka panjang, dimana dalam keputusan ini meliputi, penentuan desain produk yang akan dibuat, desain metode dan teknologi pengolahan, desain organisasi perusahaan, desain kegiatan pengadaan masukan yang diperlukan, desain job description dan job specification.

 

3. Keputusan/Kebijakan Mengenai Perbaikan

Kebijakan ini bersifat berkesinambungan, maka kebijakan ini dilakukan secara rutin. Beberapa kegiatan yang ada di dalamnya meliputi perbaikan secara kontinu terhadap mutu keluaran, keefektifan dan keefisienan sistem, kapasitas dan kompetensi dari para pekeraja, perawatan sarana kerja atau mesin, serta perbaikan terus menerus atas metode penyelesaian atau pengerjaan prosuk.

 

Fungsi Manajemen Produksi

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Menurut Sofjan Assauri, 2004, menyatakan bahwa secara umum fungsi manajemen produksi terkait dengan pertanggung jawaban dalam pengolahan pentransformasian masukan (input) menjadi keluaran (output) berupa barang dan jasa yang memberikan hasil pendapat bagi perusahaan.

Berikut adalah 4 fungsi terpenting dalam manajemen produksi:

1. Proses Pengolahan

Proses ini merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (input).

 

2. Jasa-Jasa Penunjang

Merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan dan metode yang akan dijalankan sehingga proses pengelolaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

 

3. Perencanaan

Fungsi ini merupakan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.

 

4. Pengendalian dan Pengawasan

Fungsi ini menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan penggunaan dan pengolahan masukan (input) pada kenyataannya dapat dilaksanakan.

 

Aspek Manajemen Produksi

aspek manajemen produksi

Agar mendapatkan hasil produksi yang sesuai dengan keinginan, maka perlu dilakukan beberapa tahapan penting seperti:

1. Perencanaan Produksi

Tujuan dari perencanaan produksi adalah agar proses produksi yang dilaksanakan berjalan secara sistematis. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan produksi:

  • Jenis barang.
  • Kualitas barang.
  • Bahan baku yang digunakan.
  • Kuantitas barang.
  • Pengendalian produksi.

 

2. Pengendalian Produksi

Agar proses produksi tetap berjalan sesuai dengan rencana, maka perlu adanya pengendalian atau pengontrolan produksi. Berikut adalah beberapa kegiatan yang ada dalam pengendalian produksi:

  • Membuat perencanaan
  • Menyusun jadwal kerja
  • Menentukan target market produk

 

3. Pengawasan Produksi

Tujuan utama dari pengawasan produksi adalah agar hasil produksi sesuai dengan apa yang diharapkan, tepat waktu, dan dengan biaya yang optimal. Berikut adalah beberapa kegiatan yang ada dalam pengawasan produksi:

  • Menetapkan kualitas barang
  • Membuat standar barang
  • Pelaksanaan produksi sesuai jadwal

 

Tujuan Manajemen Produksi

tujuan manajemen produksi

1. Kualitas yang Bagus

Dengan adanya manajemen produksi diharapkan kualitas produk yang dihasilkan dapat memberi kepuasan kepada pelanggan.

 

2. Kuantitas yang Tepat

Melalui kegiatan manajemen produksi diharapkan kuantitas produk yang dihasilkan sesuai dengan jumlah permintaan dari konsumen. Sehingga tidak membuat boros biaya produksi.

 

3. Waktu yang Efektif

Ketepatan waktu adalah salah satu parameter penting untuk menilai efektivitas departemen produksi.

 

4. Biaya Produksi yang Tepat

Dengan manajemen produksi diharapkan penggunaan biaya produksi sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan sebelum kegiatan produksi.

titan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang ingin sharing ilmu lewat website.

Manajemen Perusahaan

titan
3 min read

Manajemen Sekolah

titan
2 min read

Manajemen Kinerja

titan
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *