titan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang ingin sharing ilmu lewat website.

Manajemen Personalia

3 min read

Dalam sebuah perusahaan, sumber daya manusia adalah salah satu aset perusahaan yang harus benar-benar dijaga dan diseleksi dengan ketat.

Dan salah satu manajemen yang bertugas untuk memelihara dan menyeleksi karyawan adalah manajemen personalia.

Apa itu manajemen personalia?

 

Pengertian Manajemen Personalia

manajemen personalia

Manajemen personalia adalah suatu seni untuk merencanakan, mengarahkan dan seleksi pegawai, pendidikan, uraian tugas, pelatihan dan pengembangan serta pemeliharaan sumber daya manusia yang bertujuan untuk membantu tercapainya tujuan, baik itu tujuan individu, perusahaan, maupun masyarakat.

Manajemen personalia tidak selalu berkaitan dengan seleksi karyawan baru, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.

 

Pengertian Manajemen Personalia Menurut Para Ahli

1. Prof. Edwin B. Flippo

Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian atas pengaruh tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat.

 

2. John Soeprihanto

Manajemen personalia adalah pengawasan terhadap fungsi-fungsi manajemen, pengadaan, penarikan, pengembangan dan pemberian kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharan, untuk membantu tercapainya tujuan organisasi atau perusahaan.

 

3. Malayu S. P. Hasibuan

Manajemen personalia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.

 

4. Alex S. Nitisemito

Manajemen personalia adalah sebuah ilmu seni dalam melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, sehingga proses kerja menjadi lebih efektif serta efisiensi personalia dapat ditingkatkan semaksimal mungkin dalam mencapai tujuan.

 

5. Manulang

Manajemen personalia adalah sebuah bidang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara memberikan suatu fasilitas untuk perkembangan, pekerjaan, dan juga rasa partisipasi pekerjaan di dalam suatu kegiatan atau aktivitas.

 

Fungsi Manajemen Personalia

Fungsi Manajemen personalia

Manajemen persoanlia memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Fungsi Perencanaan

Dalam fungsi ini, seorang manajer personalia menentukan program apa saja yang harus dilakukan  demi tercapainya tujuan perusahaan.

 

2. Fungsi Pengorganisasian

Setalah perusahaan menentukan apa-apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Selanjutnya manajemen personalia membentuk organisasi-organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.

 

3. Fungsi Pengarahan

Selanjutnya, setelah adanya rencana dan organisasi dalam perusahaan selanjutnya manajemen personalia melakukan pengarahan agar pekerjaan dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan rencana.

4. Funsi Pengawasan

Fungsi yang terakhir adalah manajemen personalia melakukan pengawasan yang didalamnya merupakan kegiatan observasi untuk membandingkan antara pelaksanaan dan rencana awal.

Dengan kata lain pengawasan merupakan suatu fungsi yang menyangkut suatu peramsalahan pengaturan berbagai jenis kegiatan atau aktivitas sesuai dengan rencana personalia yang telah dirumuskan sebagai dasar analisis dari tujaun suatu organisasi fundamental.

Selain itu manajemen personalia juga memiliki fungsi organisasional yaitu:

1. Pengadaan

Manajemen personalia menyiapakan jumlah karyawan serta jenis keahlian apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

 

2. Pengembangan Karyawan

Agar pekerjaan dapat dikerjakan secara efektif dan efisien, maka manajemen personalia perlu mengembangkan keahlian yang dimilikinya dengan cara melakukan pelatihan-pelatihan.

 

3. Pemberian Kompensasi

Memberikan kompensasi kepada para karyawan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras meraka dalam mewujudkan tujuan perusahaan.

 

4. Pengintegrasian

Menyangkut penyesuaian keinginan dari setiap anggota dengan organsiasi sehingga dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan.

 

5. Pemeliharaan

Mempertahankan kondisi fisik para karyawan yang mempunyai hubungan dengan pelayanan karyawan.

 

Tugas Manajemen Personalia

Tugas Manajemen Personalia

Secara umum tugas utama dari manajemen personalia adalah menyediakan tenaga kerja dalam kauantitas dan kualitas yang dibutuhkan oleh masing-masing bagian dalam suatu perusahaan.

Menurut Manullang, tugas dari manajemen personalia yaitu:

  • Membuat anggaran tenaga kerja yang dibutuhkan.
  • Membuat analisis, deskripsi dan spesifikasi kerja.
  • Menentukan dan memberikan sumber tenaga kerja.
  • Mengurus dan mengembangakan proses pendidikan dan pendidik.
  • Mengurus seleksi tenaga kerja.
  • Mengurus soal pemberhentian (pensiun)
  • Mengurus soal kesejahteraan.

Tujuan Manajemen Personalia

tujuan manajemen personalia

Tujuan manajemen personalia secara umum mempunyai hubungan dengan tujuan perusahaan. Karena manajemen personalia berusaha untuk menumbuhkan efisiensi di dalam bidang tenaga kerja adalah sebagai efisiensi keuntungan serta kontinuitas.

Menurut Manullang (2001), tujuan manajemen personalia yaitu:

  • Production Minded (efisiensi dan daya guna).
  • People Minded (Kerja sama)

Maka sebab itu, tujuan dari manajemen personalia berkaitan dengan suatu usaha untuk bisa menciptakan kondisi pekerjaan yang kondusif. Sehingga dapat menjalin rasa kerja sama yang kuat antar karyawan.

 

Kegiatan Dalam Manajemen Personalia

aktivitas manajmen personalia

1. Perencanaan Sumber Daya Manusia

Dengan adanya perencanaan sumber daya manusia maka dapat menyesuaikan jumlah calon karyawan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Dalam menyususn perencanaan sumber daya manusia, manajemen personalia harus membuat analsis lingkungan dan penilaian organisasional.

Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya perubahan-perubahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

 

2. Analisis dan Desain Pekerjaan

Analisis pekerjaan adalah proses pengumpulan dan pemerikasaan atas aktivitas kerja pokok pada suatu posisi dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengerjakan hal tersebut.

 

3. Penarikan Tenaga Kerja (Recruitment)

Sebelum perusahaan melakukan penarikan karyawan, maka sebelum itu pastikan dulu kebutuhan karyawan dalam jangka pendek.

Hal ini dilakukan untuk menentukan kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan secara tepat.

 

4. Seleksi Tenaga Kerja

Jika proses recruitment berhasil dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah memilih calon karyawan yang terbaik diantara yang baik untuk ditempatkan di posisi yang membutuhkan.

 

5. Orientasi Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kerja

Setalah karyawan lolos seleksi, selanjutnya karyawan tersebut akan malaksanaka orientasi dan induksi.

Orientasi adalah kegiatan mengenalkan tenaga kerja pada tempat kerja dan pekerjaaan yang akan di jalankan.

Sedangkan induksi adalah aktivitas karyawan baru untuk mempelajari budaya perusahaan yang sudah ada sejak dahulu.

 

6. Penilaian Kinerja

Dalam penilian kinerja karyawan ini mencakup dua aspek, pertama kualitatif dan kedua kuantitatif.

Melalui penilaian kinerja dapat memberikan manfaat seperti:

  • Memberikan manfaat yang bisa membantu dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan promosi, kenaikan gaji, ataupun pemberhentian kerja.
  • Menjadi motivasi karyawan untuk menjadi lebih baik.

 

7. Pemberian Kompensasi

Dengan memberikan kompensasi kepada karyawan dapat menjadikan karyawan lebih giat dalam bekerja dan mencegah karyawan keluar dari perusahaan.

 

8. Pemeliharaan Karyawan

Karyawan adalah salah satu aset berharga perusahaan yang menjadi penentu tercapainya sebuah tujuan yang telah ditetapkan.,

Maka dari itu dalam praktiknya kesejahteraan karyaan harus benar-benar terjamin dan membuat karyawan merasa puas bekerja di perusahaan.

titan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang ingin sharing ilmu lewat website.

Manajemen Mutu

titan
2 min read

Manajemen Perusahaan

titan
3 min read

Manajemen Sekolah

titan
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *