titan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang ingin sharing ilmu lewat website.

Manajemen Persediaan

2 min read

Persediaan barang dalam sebuah perusahaan harus selalu terkontrol. Sehingga perusahaan dapat beroprasi dengan efektif.

Ini karena persediaan merupakan bagian terpenting dalam sebuah perusahaan, maka dari itu harus ada bagian sendiri untuk selalu mengontrol ketersediaan barang tersebut.

Bagian itu adalah manajemen persediaan.

Lalu apa itu manajemen persediaan?

 

Pengertian Manajemen Persediaan

Manajemen Persediaan

Manajemen persediaan adalah bagian dari perusahaan yang berfungsi untuk mengatur persediaan yang dimiliki.

Mulai dari cara memperoleh persediaan, penyimpanan, sampai dengan persediaan itu diproduksi dan dipasarkan.

Model Manajemen Persediaan

Model Manajemen Pemasaran

Pada umumnya di perusahaan menerapkan beberapa model manajemen persediaan yaitu:

1. Model Economic Order Quantity(EOQ)

Model ini biasanya digunakan pada perusahaan manufaktur. Dalam pengaturan persediaan bertujuan untuk meminimalkan total biaya, serta menyimpan persediaan dan biaya pemessanan.

 

2. Model Just In Time

Model ini biasanya lebih banyak digunakan di perusahaan dagang. Model ini merupakan model yang dimana perusahaan diusahakan seminimal mungkin tidak memiliki stok atau persediaan.

Sehingga persediaan pada perusahaan tersebut 0 (nol) atau mendekati 0. Hal ini ditujukan untuk menghindari biaya tambahan untuk menyimpan persediaan.

 

3. Periodic Review

Pada model ini pemesanan barang sudah dilakukan dengan mempertimbangkan interval waktu yang sama.

Artinya pemesanan barang sudah terjadwal secara teratur dan pada pembayarannya sudah bisa diperkirakan.

 

4. Material Requirment Planning

Dalam model ini pembelian barang yang dibutuhkan sudah direncanakan terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan untuk menjamin tersedianya bahan baku dan produk yang sudah jadi. Selain itu juga untuk menjaga persediaan seminimal mungkin.

Fungsi Manajemen Persediaan

fungsi manajemen persediaan

Manajemen persediaan juga memiliki fungsi seperti berikut:

1. Meminimalisir Kesalahan Persediaan Bahan Baku

Ketika bahan baku masuk kedalam perusahaan harus selalu diperhatikan dengan baik. Hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pemenuhan bahan baku yang diinginkan.

 

2. Mengantisipasi Kekurangan Bahan Baku

Melalui kegiatan manajemen persediaan diharapkan bahan baku yang dibutuhkan tetap dalam kondisi yang stabil.

Sehingga ketika kekurangan bahan baku, kegiatan operasional perusahaan dapat tetap berjalan karena persediaan yang sudah dikelola dengan baik.

 

Tujuan Manajemen Persediaan

Tujuan Manajemen persediaan

Selain memiliki fungsi diatas, manajemen persediaan juga memiliki tujuan utama yaitu:

  • Memudahkan dalam pengecekan stok persediaan.
  • Mengurangi resiko keterlambatan pengiriman.
  • Membuat jadwal produksi yang efektif.
  • Dapat mengatasi masalah yang diakibatkan perubahan harga yang mendadak.
  • Mengantisipasi perubahan permintaan dan penawaran dari konsumen secara mendadak.
  • Menjaga ketersediaan bahan baku yang diproduksi secara musiman.
  • Perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari Quantity Discount.
  • Memastikan ketersediaan bahan baku.

Biaya Manajemen Persediaan

Biaya Manajemen Produksi

Pada umumnya ada biaya pada manajemen persediaan dikategorikan menjadi empat kategori yaitu:

1. Biaya Pemesanan (Order Cost)

Biaya ini adalah biaya pertama kali yang dikeluarkan oleh perusahaan hingga barang tersebut tersedia di gudang.

Contoh dari biaya pemesanan yaitu:

  • Biaya Komunikasi.
  • Biaya Pengiriman.
  • Biaya Pengepakan.
  • Biaya Pemrosesan Pemesanan.
  • Biaya Pemeriksaan Penerimaan.

 

2. Biaya Penyimpanan (Carryng Cost)

Biaya yang muncul ketika barang sudah disimpan didalam gudang perusahaan. Karena seperti yang kita ketahui bahwa barang yang disimpan juga harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan kerugian.

Akibat bahan baku yang disimpan tidak bisa digunakan untuk produksi. Berikut adalah contoh dari biaya penyimpanan:

  • Biaya Perhitungan Fisik dan Konsiliasi Laporan.
  • Biaya Modal.
  • Biaya Kerusakan Modal.
  • Biaya Pelaksana Gudang.
  • Biaya Penurunan Harga.
  • Biaya Penanganan Persediaan.
  • Biaya Penyusutan Persediaan.
  • Biaya Keusangan.
  • Biaya Keamanan.
  • Biaya Asuransi.
  • Biaya Fasilitas Penyimpanan.

 

3. Biaya Perisapan (Set Up Cost)

Biaya ini muncul ketika perusahaan memproduksi sendiri barang persediaan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Contoh dari biaya persiapan:

  • Biaya Surat Menyurat.
  • Biaya Mesin yang Tidak Bekerja.
  • Biaya Persiapan Tenaga Kerja Langsung.
  • Biaya Persiapan Peralatan dan Perlengkapan.
  • Biaya Penjadwalan.

 

4. Biaya Kekurangan Persediaan

Biaya ini sering muncul ketika bahan persediaan yang dibutuhkan tidak tersedia, sehingga perusahaan tidak mampu untuk memenuhi permintaan konsumen.

Beberapa biaya yang timbul akibat kekurangan persediaan yaitu:

  • Kehilangan Penjualan.
  • Kehilangan Pelanggan.
  • Biaya pemesanan Khusus.
  • Biaya Pengiriman Khusus.
  • Gangguan Produksi.

 

titan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang ingin sharing ilmu lewat website.

Manajemen Pemasaran

titan
3 min read

Management Trainee

titan
2 min read

Manajemen Mutu

titan
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *