Lingkungan Pendidikan

5 min read

Lingkungan Pendidikan

Pendidikan merupakan faktor penting bagi suatu negara. Karena dengan pendidikan inilah sumber daya manusia yang ada didalamnya lebih berkualitas.

Dalam praktiknya pendidikan tidak dapat berjalan tanpa adanya lingkungan yang mendukung.

Lalu apa si yang di maksud dengan lingkungan pendidikan?

 

Pengertian Lingkungan Pendidikan

Ilustrasi Lingkungan Pendidikan

Lingkungan pendidikan adalah berbagai faktor lingkungan yang terdiri dari manusia, benda mati ataupun peristiwa yang terjadi yang memiliki pengaruh terhadap praktik pendidikan.

Lingkungan pendidikan ini sangat diperlukan dalam proses pendidikan, karena lingkungan pendidikan memiliki peranan untuk menunjang proses belajar mengajar yang nyaman, tertib dan berkelanjutan serta menjadikan siswa memiliki karakter.

 

Fungsi Lingkungan Pendidikan

Fungsi Lingkungan Pendidikan

Menurut Tirtahardjha, fungsi lingkungan pendidikan ini ada dua yaitu:

1. Membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya baik lingkungan fisik, lingkungan sosial, dan budaya.

2. Mengajarkan tingkah laku umum dan untuk menyeleksi serta mempersiapkan peranan-peranan tertentu dalam masyarakat.

Dan untuk menjalankan kedua fungsi diatas, lingkungan pendidikan harus digambarkan dalam satu kesatuan yang utuh diantara berbagai ragam bentuknya.

Hal ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan secara menyeluruh dan masing-masing lingkungan mempunyai andil dalam mencapainya.

 

Bentuk-Bentuk Lingkungan Pendidikan

Bentuk Lingkungan Pendidikan

Menurut Ki Hajar Dewantoro lingkungan pendidikan ini dibedakan menjadi tiga macam, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat.

Ketiga lingkungan ini disebut juga dengan Tri Pusat Pendidikan.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai lingkungan pendidikan.

1. Lingkungan Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, mengapa yang pertama?

Karena dilingkungan keluarga inilah kita diajarkan berbagai macam hal untuk pertama kali oleh orang tua dan anggota keluarga lainnya.

Menurut Ki Hajar Dewantoro suasana kehidupan keluarga merupakan tempat yang sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan individual maupun pendidikan sosial.

Pendidikan di lingkungan keluarga merupakan pendidikan tertua dan bersifat informal.

 

Fungsi Lingkungan Keluarga Menurut M.I Soelaeman (1994)

  • Fungsi Afeksi

Keluarga merupakan tempat untuk menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang antara sesama anggota keluarga dan masyarakat serta lingkungannya.

 

  • Fungsi Religius

Keluarga memiliki kewajiban untuk memperkenalkan dan mengajak anak kepada kehidupan yang beragama dan menciptakan suasana keluarga yang religius sehingga dapat dihayati oleh keluarga.

 

  • Fungsi Biologis

Keluarga sebagai wahana menyalurkan reproduksi sehat bagi semua anggota keluarga.

 

  • Fungsi Ekonomi

Fungsi ini meliputi pencarian nafkah, perencanaan, serta pemanfaatan dan pembelajarannya.

 

  • Fungsi Rekreasi

Keluarga harus menjadi lingkungan yang nyaman, menyenangkan, cerah, ceria, hangat dan penuh semangat.

 

  • Fungsi Proteksi

Keluarga sebagai tempat memperoleh rasa nyaman, aman, damai, dan tenteram bagi setiap anggota keluarga.

 

  • Fungsi Edukasi

Keluarga sebagai wahana pendidikan pertama dan utama bagi anak-anaknya agar menjadi manusia yang sehat, tangguh, maju dan mandiri sesuai dengan tuntunan perkembangan waktu.

 

  • Fungsi Sosialisasi

Keluarga mempersiapkan anak sebagai anggota masyarakat yang baik dan berguna di kehidupan masyarakat.

 

Karakteristik Lingkungan Keluarga

  • Tujuan pendidikannya lebih menekankan pada perkembangan karakter.
  • Peserta didik bersifat heterogen.
  • Evaluasi pendidikan tidak sistematis dan insidental.
  • Isi pendidikannya tidak terprogram secara formal atau tidak ada kurikulum tertulis.
  • Tidak berjenjang.
  • Waktu pendidikannya tidak terjadwal secara ketat, relatif lama.
  • Evaluasi pendidikan tidak sistematis dan insidental.
  • Cara pelaksanaan pendidikan bersifat wajar.

 

2. Lingkungan Sekolah

Setelah anak mendapatkan pendidikan pertamanya di lingkungan keluarga, kemudian anak tersebut akan di sekolahkan pada pendidikan formal.

Hal ini dikarenakan tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga. Contohnya untuk pendidikan di bidang ilmu pengetahuan dan keterampilan.

Menurut Azra (1998) pendidikan di sekolah, biasanya disebut sebagai pendidikan formal karena ia adalah pendidikan yang mempunyai dasar, tujuan, isi, metode, alat-alatnya disusun secara eksplisit, sistematis dan distandarisasikan.

Di lingkungan pendidikan sekolah ini juga anak akan dikenalkan dengan dunia yang lebih luas.

Karena melalui pendidikan di lingkungan sekolah, anak dapat bersosialisasi dengan teman sebaya, mengenal hal-hal baru yang nantinya dapat diterapkan di lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.

 

Fungsi Lingkungan Sekolah Menurut Soleh Soegiyanto (Bambang Robandi, 2007)

  • Sekolah berfungsi sebagai lembaga sosialisasi, membantu anak-anak mempelajari cara-cara hidup di tempat mereka dilahirkan.
  • Untuk menstramisi dan mentransformasi kebudayaan.
  • Menyeleksi murid-murid untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

 

Karakteristik Lingkungan Sekolah

  • Waktu pendidikan terjadwal secara ketat, relatif lama.
  • Peserta didiknya bersifat heterogen.
  • Isi pendidikan terprogram secara formal atau memiliki kurikulum yang tertulis dan jelas.
  • Cara pendidikan bersifat formal dan artificial.
  • Terstruktur berjenjang dan berkesinambungan.
  • Waktu pendidikan sudah terjadwal.
  • Evaluasi pendidikan dilaksanakan secara sistematis.

3. Lingkungan Masyarakat

Setelah anak mendapatkan pendidikan melalui lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah.

Selanjutnya akan mendapatkan pendidikan dari lingkungan masyarakat.

Lingkungan pendidikan masyarakat adalah pendidikan tersier yang merupakan pendidikan terakhir, tapi bersifat permanen dengan pendidikan masyarakat itu sendiri secara sosial, kebudayaan adat istiadat dan kondisi masyarakat setempat sebagai lingkungan material.

Mengapa lingkungan pendidikan masyarakat ini disebut sebagai pendidikan terakhir?

Karena dilingkungan inilah anak akan mendapatkan banyak hal baik dalam ilmu pengetahuan dan budi pekerti.

Di lingkungan masyarakat inilah anak benar-benar diajarkan langsung bagaimana bersosialisasi dengan orang banyak, baik yang lebih tua maupun lebih muda dengan basic yang berbeda-beda.

 

Fungsi  Lingkungan Masyarakat

  • Fungsi Sosialisasi

Artinya dalam lingkungan masyarakat ini anak diajarkan bagaimana cara bersosialisasi dengan orang lain dengan mengedepankan norma dan peraturan yang berlaku di lingkungan tersebut.

 

  • Fungsi Pelestarian Budaya

Melalui lingkungan pendidikan masyarakat anak diajarkan mengenai budaya yang dianut oleh masyarakat sehingga tidak tergerus oleh waktu.

Contohnya saja perilaku gotong royong, jika di masyarakat tidak diajarkan perilaku ini maka lama-kelamaan anak akan bersifat individualistik dan anti sosial.

 

  • Fungsi  Pendidikan dan Perubahan Sosial

Melalui lingkungan masyarakat ini juga diajarkan tentang bagaimana bisa terjadi perubahan dalam kehidupan sosial dan bagaimana anak dapat menjadi agen perubahan.

 

Karakteristik Lingkungan Masyarakat

  • Peserta didik bersifat heterogen.
  • Keterampilan kerja sangat ditekankan.
  • Isi pendidikan bersifat praktis dan khusus.
  • Pendidikan tidak mengenal jenjang dan program pendidikan untuk jangka waktu pendek.

 

Nah, setalah tadi pembahasan mengenai pengertian dan macam-macam lingkungan pendidikan.

Selanjutnya adalah mengenai keterkaitan atau hubungan antara lingkungan pendidikan diatas.

 

Baca Juga: Sistem Pendidikan yang Dianut di Indonesia

 

Hubungan Antara Lingkungan Pendidikan

Ilustrasi Hubungan Antara Lingkungan Pendidikan

1. Hubungan Antara Lingkungan Keluarga dengan Sekolah

Menurut Ahmadi (1991),hubungan antara keluarga dan sekolah terjadi pada kerja sama orang tua dengan pihak sekolah.

Kerja sama tersebut dibutuhkan untuk memantau kemajuan anak dalam proses penidikan, baik dalam kemajuan dalam ranah intelektual maupun secara psikologis.

Secara intelektual sekolah adalah lingkungan yang secara sistematis melakukan perencanaan pengembangan melalui berbagai pelajaran yang diberikan dalam kurikulum.

Orang tua sebagai pembimbing dalam kehidupan sehari-hari bagi anak berkewajiban mengontrol proses perkembangan anak secara keseluruhan baik perkembangan intelektual dengan memberikan fasilitas dan dukungan keilmuan maupun perkembangan psikologis dengan menjadi pelindung dan tempat berbagi bagi anak.

 

Jenis Kegiatan Hubungan Antara Lingkungan Keluarga dengan Sekolah

  • Kunjungan Pihak Sekolah Kerumah Peserta Didik

Hal ini dapat meningkatkan hubungan yang harmonis antara keluarga dan sekolah. Selain itu dengan adanya kunjungan ini.

Peserta didik merasa lebih diperhatikan dan meningkatkan motivasi orang tua untuk mengadakan kerjasama dengan sekolah.

Sedangkan bagi pihak sekolah khususnya guru yang melakukan kunjungan menjadi lebih tau tentang kondisi peserta didiknya.

 

  • Kunjungan Orang Tua ke Sekolah

Disini melibatkan orang tua dalam serangkaian kegiatan sekolah dapat meningkatkan kepercayaan orang tua terhadap sekolah.

Contohnya adalah undangan wali murid dalam pembahasan pembangunan gedung baru. Hal ini dilakukan untuk mensosialisasikan sekaligus bentuk transparansi sekolah kepada orang tua murid.

 

  • Badan Pembantu Sekolah

Sebuah organisasi orang tua murid dan guru untuk menjalin kerja sama secara terorganisasi antar keduanya.

Hal ini bertujuan agar memudahkan penyampaian aspirasi dari kedua belah pihak untuk menjadikan pendidikan yang lebih berkualitas.

Hingga saat ini, organisasi ini masih banyak mengalami perubahan. Hal ini berkaitan dengan situasi pendidikan di lingkungan masyarakat.

 

  • Adanya Daftar Nilai Rapor

Dengan adanya daftar nilai ini orang tua siswa menjadi lebih tahu mengenai perkembangan yang terjadi oleh anaknya selama menempuh pendidikan.

 

  • Case Conference

Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam konteks bimbingan konseling.

 

2. Hubungan Antara Lingkungan Sekolah dengan Masyarakat

Lingkungan sekolah dan masyarakat sangat erat sekali hubungannya, mengapa demikian?

Karena sekolah ini berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Sehingga sekolah harus benar-benar memiliki hubungan yang baik.

Hal ini diwujudkan secara nyata dengan dibentuknya komite sekolah.

Dimana komite sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan diluar sekolah. (Kepemdiknas nomor: 44/U/2002).

 

Adapun keterkaitan lain antara lingkungan pendidikan sekolah dengan masyarakat seperti:

  • Sekolah menjadi mitra masyarakat dalam menjalankan fungsi pendidikan.
  • Sekolah sebagai produsen yang melayani pesanan-pesanan pendidikan dari masyarakat.

 

3. Hubungan Antara Lingkungan Masyarakat dengan Keluarga

Seperti yang telah kita ketahui di atas bahwa keluarga merupakan pendidikan awal yang diterima anak dalam kehidupannya.

Dimana didalam lingkungan keluarga anak diajarkan mengenai berbagi macam hal, seperti kebiasaan yang biasa dilakukan di lingkungan masyarakat.

Contohnya seperti anak yang sejak kecil diajarkan sopan santun. Hal ini bertujuan agar anak tersebut tidak dianggap sembrono terhadap orang lain.

Nah, sopan santun ini didapat dari kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar sehingga menjadi sebuah kebiasaan yang dianggap sebagai standar kesopanan.

Dengan demikian hubungan antara lingkungan keluarga dengan masyarakat dapat dilihat dari dua sudut pandang.

Sudut pandang pertama jika dilihat dari segi lingkungan keluarga, disini mempunyai peran untuk peletakan dasar-dasar pendidikan sosial.

Dan sudut pandang kedua jika dilihat dari segi masyarakat maka, disini masyarakat berperan sebagai wadah pengembangan kemampuan sosial yang telah diajarkan di lingkungan keluarga.

 

Pencarian terbaru:

  • gambar lingkungan pendidikan

Perkembangan Peserta Didik

titan
1 min read

Pengertian Bahan Ajar

titan
2 min read

Sistem Pendidikan di Indonesia

titan
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *