titan Cita-citanya pengin naikin haji orang tua

Desain Pembelajaran

6 min read

Menjadi seorang guru memang harus selalu dituntut untuk berfikir kritis dan visioner.

Hal ini sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan dari kegiatan belajar tersebut.

Salah satu usaha yang dapat di lakukan oleh seorang guru agar dapat mewujudkan tujuan dari pembelajaran tersebut adalah menentukan desain pembelajaran.

Apa itu Desain Pembelajaran?

 

Pengertian Desain Pembelajaran

Ilustrasi Desain Pembelajaran
Ilustrasi Desain Pembelajaran

Desain Pembelajaran adalah praktek mengenai penyusunan media teknologi informasi dan isi untuk membantu pentransferan materi secara efektif dan efisien dari guru ke peserta didik.

Dalam prakteknya desain pembelajaran berisi tentang penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, merumuskan tujuan, proses belajar dan merancang perlakuan berbasis media untuk membantu terjadinya pertukaran informasi.

Adapun pengertian desain pembelajaran menurut para ahli.

 

Desain Pembelajaran Menurut Para Ahli

1. Gentry (1994)

Desain pembelajaran adalah suatu proses yang merumuskan dan menentukan tujuan pembelajaran, strategi, teknik, dan media agar tujuan umum tercapai.

 

2. Gagne dkk

Menurutmu Gagne dkk dengan mengembangkan konsep desain pembelajaran dapat membantu proses belajar seseorang dimana proses belajar itu sendiri memiliki tahapan segara dan jangka panjang.

 

3. Bagi Reigeluth (1983)

Desain pembelajaran adalah kisi-kisi dari penerapan teori belajar dan pembelajaran untuk memfasilitasi proses belajar seseorang.

 

Komponen Desain Pembelajaran

Ilustrasi Komponen Desain Pembelajaran
Ilustrasi Komponen Desain Pembelajaran

Desain pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar jika salah satu komponen utama ini tidak ada, lalu apa saja komponen utama desain pembelajaran?

 

1. Peserta Didik

Peserta didik disini berperan sebagai fokus utama dalam penyusunan sebuah desain pembelajaran.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dari peserta didik yaitu, karakteristik, kemampuan, dan pra syarat.

 

2. Tujuan Pembelajaran

Perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi, dimiliki, atau dikuasai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran ini juga di bedakan menjadi dua jenis yaitu tujuan khusus dan tujuan umum.

 

3. Analisis Pembelajaran

Berisi tentang proses menganalisis topik atau materi yang akan di pelajari oleh peserta didik.

 

4. Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran merupakan hal yang penting demi tercapainya sebuah tujuan pembelajaran.

Dengan pemilihan strategi yang tepat, maka tujuan yang di inginkan pun akan lebih mudah dicapai.

 

5. Bahan Ajar

Bahan ajar berisi tentang format materi yang akan di berikan kepada peserta didik.

 

6. Penilaian Belajar

Berisi tentang pengukuran kemampuan atau kompetensi peserta didik terhadap penguasaan materi.

 

Karakteristik Desain Pembelajaran

Ilustrasi Karakteristik Desain Pembelajaran
Ilustrasi Karakteristik Desain Pembelajaran

Menurut Dewi Salma P (2009:20), karakteristik desain pembelajaran meliputi:

1. Berorientasi Pada Peserta Didik

Seperti yang telah di jelaskan mengenai komponen peserta didik diatas, peserta didik merupakan titik fokus utama dalam desain pembelajaran. Maka dari itu setiap individu harus benar-benar dipertimbangkan karena memiliki ciri khas masing-masing.

Menurut Smaldino, et al. (edisi ke-8 2005), peserta didik berbeda satu sama lain karena:

  • Karakteristik Umum

Sifat yang berasal dari dalam (internal) mempengaruhi penyampaian materi seperti kemampuan membaca, jenjang pendidikan, usia atau latar belakang sosial.

 

  • Kemampuan Awal atau Pra Syarat

Kemampuan dasar yang harus dimiliki peserta didik sebelum mempelajari kemampuan baru haruslah kuat.

Jika tidak maka akan menjadi sebuah penghambat proses belajar, karena kemampuan ini merupakan mata rantai penguasaan materi isi.

 

  • Gaya Belajar

Merupakan aspek prikologis yang berdampak terhadap penguasaan kemampuan atau kompetensi. Cara mempersepsikan sesuatu hal, motivasi, kepercayaan diri, tipe belajar (verbal, visual, kombinasi, dan sebagainya) termasuk gaya belajar.

 

2. Alur Berpikir Sistem Atau Sistemik

Konsep sistem dan pendekatan sistem diterapkan secara optimal dalam desain pembelajaran sebagai kerangka berpikir.

Sistem sebagai rangkaian komponen dengan masing-masing fungsi yang berbeda, bekerja sama dan berkoordinasi dalam melaksanakan suatu tujuan yang telah dirumuskan.

Rumusan ini menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar jika diuraikan terjadi seperti sebagai suatu sistem.

Keberhasilan atau kegagalan dalam pelaksanaannya dapat disebabkan oleh salah satu komponen saja.

Jadi, jika ada perbaikan maka seluruh komponen perlu ditinjau kembali.

 

3. Empiris dan Berulang

Setiap model desain pembelajaran bersifat empiris. Model apa pun yang diajukan oleh pakar telah melalui hasil kajian teori serta serangkaian ujicoba yang mereka lakukan sendiri, sebelum dipublikasikan.

Pada pelaksanaannya, pengguna dapat menerapkan dan memperbaiki setiap tahap berulang kali sesuai dengan masukan demi untuk efektivitas pembelajaran.

Baca Juga: Media Pembelajaran

Model Desain Pembelajaran

1. Model PPSI

Model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Intruksional) adalah model yang dikembangkan di Indonesia untuk mendukung pelaksanaan kurikulum 1975.

Pada model ini pengajaran di pandangan sebagai suatu sistem  dimana tujuan pembelajaran, bahan pelajaran, kegiatan pembelajaran, alat-alat, sumber belajar dan evaluasi belajar adalah bagian dari sub sistem tersebut.

Model PSSI berfungsi untuk mengeefektifkan perencanaan dan pelaksanaan agar berjalan secara sistematis sehingga dapat menjadi pedoman bagi seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Model PPSI terdiri dari 5 tahap yaitu;

 

  • Merumuskan Tujuan

Berisi tentang kemampuan yang harus dicapai oleh seorang peserta didik. Dalam merumuskan tujuan ini ada 4 syarat yang harus ada yaitu, tujuan harus operasional, artinya tujuan yang dirumuskan harus spesifik atau dapat diukur, berbentuk hasil belajar bukan proses belajar, berbentuk perubahan tingkah laku dan dalam setiap rumusan tujuan hanya satu bentuk tingkah laku.

 

  • MengembangkanA lat Evaluasi

Menentukan dan menyusun item soal untuk masing-masing tujuan. Alat evaluasi ini disimpan pada 2 tahap setelah perumusan tujuan untuk meyakinkan ketepatan tujuan dengan kriteria yang telah ditentukan.

 

  • Mengembangkan Kegiatan Belajar Mengajar

Merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar dan menyeleksi kegiatan belajar yang perlu ditempuh.

 

  • Mengembangkan Program Kegiatan Belajar Mengajar

Merumuskan materi pelajaran, menetapkan metode, memilih alat dan sumber belajar.

 

  • Pelaksanaan Program

Kegiatan mengadakan praktek, menyampaikan materi pelajaran, mengadakan psikotes, dan melakukan perbaikan.

2. Model Kemp

Model yang dikembangkan oleh Kemp ini berbentuk siklus atau melingkar. Pada model ini pengembangan desain sistem pembelajaran terdiri dari komponen-komponen yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan berbagai kendala yang timbul.

Menurut model ini, tidak ada ketentuan khusus dari komponen mana seharusnya seorang guru memulai pengembangan.

Hanya saja urutan komponennya tidak boleh diubah, dan setiap komponen ini memerlukan revisi untuk mencapai hasil yang maksimal.

Berikut adalah komponen-komponen  dalam satu desain pembelajaran menurut Kemp:

  • Hasil yang ingin dicapai
  • Analisis tes mata pelajaran
  • Tujuan khusus belajar
  • Aktivitas belajar
  • Sumber belajar
  • Layanan pendukung
  • Evaluasi belajar
  • Tes awal
  • Karakteristik belajar

3. Model Dick and Carrey

Model desain pembelajaran yang di gunakan dalam pengembangan pembelajaran ini adalah Dick and Carrey Systems Approach Model.

Analisis tentang media dan metode tidak bersifat argumentatif guna mencapai berbagai alternatif media dan metode yang akan dipakai karena media yang digunakan sudah tertentu, yakni komputer dan perlengkapannya, dan metodenya adalah metode pembelajaran berbasis komputer.

Berikut ini adalah tahapan dari desain pembelajaran Dick and Carry System:

 

  • Identifikasi Tujuan

Dengan adanya tujuan dapat memberikan arah dalam merancang, menerapkan dan menentukan evaluasi belajar.

 

  • Analisis Intruksional

Pada tahap ini, konsep-konsep dan prinsip perangkat keras komputer yang harus dikuasai oleh siswa mulai diterapkan.

 

  • Identifikasi Perilaku dan Karakteristik Awal Siswa

Identifikasi awal ini dilakukan melalui tes awal.

 

  • Penulisan Tujuan Kinerja

Penulisan tujuan kerja dijabarkan dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran.

 

  • Evaluasi

Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas model belajar yang telah diterapkan.

 

4. Model ASSURE

Model belajar yang diformulasikan untuk kegiatan belajar mengajar atau yang sering disebut juga dengan model belajar yang berorientasi pada kelas.

Menurut Heinrich et al (2005), model ini terdiri dari 5 langkah kegiatan yaitu:

Analyze Learners
States Objectives
Select Methods, Media, and Material
Utilize Media and Materials
Require Learner Participation
Evaluate and Revise

 

  • Analisis Pelajar

Menurut Heinrich et al (2005) jika sebuah media pembelajaran akan digunakan secara baik dan disesuiakan dengan ciri-ciri belajar, isi dari pelajaran yang akan di buatkan medianya, media dan bahan pelajaran itu sendiri.

 

  • Menyatakan Tujuan

Menyatakan tujuan adalah tahapan ketika tujuan pembelajaran baik dan berdasarkan kepada buku dan kurikulum.

 

  • Pemilihan Metode, Media, dan Bahan

Menurut Heinich et al (2005) terdapat 5 langkah bagi pengguna media yang baik yaitu, preview bahan, sediakan bahan, sedikit persekitaran, pelajar dan pengalaman pembelajaran.

 

  • Partisispasi Pelajar Dalam Kelas

Peserta didik perlu dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran seperti memecahkan masalah, simulasi, kuis tau persentasi.

 

  • Penilaian dan Revisi

Media pembelajaran yang telah siap perlu dinilai untuk mengetahui keberkesanan dan efek yang di berikan dalam belajar.

 

5. Model ADDIE

Model yang muncul di era tahun 1990-an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda.

Yang salah satu fungsinya sebagai pedoman dalam membangun perangkat dan Infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri.

Model ini memiliki 5 langkah pengembangan yaitu;

 

  • Analysis (Analisis)

Di tahap ini berisi tentang suatu proses mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta belajar, yaitu dengan melakukan needs assessment (analisis kebutuhan), mengidentifikasi masalah (kebutuhan), dan melakukan analisis tugas (task analysis).

 

  • Design (Desain)

Di tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan atau blueprint.

 

  • Development (Pengembangan)

Disini rancangan tadi dikembangkan atau di wujudkan menjadi sebuah kenyataan. Dalam tahap pengembangan ada satu langkah penting yaitu percobaan sebelum desain tadi di implementasikan secara langsung.

 

  • Impelementation (Implementasi)

Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang sedang dibuat.

 

  • Evaluation (Evaluasi)

Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang telah di terapkan berhasil sesuai dengan rencana dan tujuan atau tidak.

6. Model Bela H. Bansthy

Adalah salah satu model pembelajaran yang berorientasi kepada tujuan pembelajaran.

Berikut adalah 6 langkah yang biasa dilakukan pada model desain pembelajaran Bela H. Banathy

 

  • Merumuskan Tujuan

Berisikan tentang pernyataan hal-hal yang diharapkan untuk dikerjakan, diketahui, dirasakan, dan sebagainya oleh peserta didik sebagai hasil pengalaman belajar.

 

  • Mengembangkan Tes

Melakukan tes sebagai alat evaluasi, yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar atau ketercapaian dari tujuan belajar.

 

  • Menganalisis Tugas Belajar

Pada langkah ini perilaku awal peserta didik perlu di analisis dan dinilai melalui tugas yang di berikan.

 

  • Mendesain Sistem Pembelajaran

Pada langkah ini dikembangkan sebagai alternatif dan mengidentifikasi kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang harus dilakukan oleh peserta didik maupun kegiatan-kegiatan guru atau tenaga pengajar.

 

  • Melaksanakan Kegiatan dan Mengetes Hasil

Sistem yang sudah didesain selanjutnya dilaksanakan dalam bentuk uji coba di lapangan (sekolah) dan di tes hasilnya.

 

  • Melakukan Perubahan Untuk Perubahan

Hasil-hasil yang diperoleh dari evaluasi digunakan sebagai umpan balik bagi sistem keseluruhan dan bagi komponen-komponen sistem yang pada gilirannya menjadi dasar untuk mengadakan perubahan untuk perbaikan sistem pembelajaran.

Teori Pembelajaran Dalam Desain Pembelajaran

1. Teori Kognitif

Menurut teori ini belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman setiap orang setelah mempunyai pengalaman dan pengetahuan dalam dirinya.

 

2. Teori Behaviorisme

Sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tetang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.

Teori kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar.

 

3. Teori Konruktivisme

Proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman.

Teori ini menyatakan bahwa belajar melibatkan konstruksi pengetahuan saat pengalaman baru diberi makna oleh pengalaman tertentu.

Pencarian terbaru:

  • desain pembelajaran
  • belajar yang di desain dalam belajar dan pembelajaran
  • desain awal pembelajaran
  • pengertian desain pembelajaran
titan Cita-citanya pengin naikin haji orang tua

Administrasi Pendidikan

titan
2 min read

Pengertian Komptensi

Rizki Islamiyah
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *